Tampilkan postingan dengan label Hukum & Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum & Kriminal. Tampilkan semua postingan

10/05/22

Polres Demak Tangkap 19 Pelaku Curanmor Saat Operasi Sikat Jaran Candi


Demak – FBINEWS 

Selama digelarnya Opeasi Sikat Jaran Candi 2022, jajaran Kepolisian Resor Demak berhasil mengungkap 19 kasus dan menangkap 19 orang tersangka. Dua tersangka yang diamankan diantaranya adalah pasangan suami istri.

Para tersangka kini ditahan untuk proses lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan ada 19 unit sepeda motor hasil curian ditambah dengan 2 unit sepada motor yang dipakai tersangka sebagai sarana melakukan kejahatan.

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono mengatakan, sebanyak 19 tersangka yang diamankan merupakan pengembangan 19 laporan polisi. Kasus yang terungkap dan para pelaku yang ditangkap tersebut merupakan hasil operasi yang dilakukan oleh jajaran Polres Demak.

“Untuk kasus target operasi ada 2 laporan yang berhasil kita ungkap sedangkan kasus non target yang juga berhasil diungkap Polres Demak ada 17 laporan polisi,” kata AKBP Budi saat konferensi pers di Mapolres Demak, Rabu (5/10/2022).

 

Lanjutnya, Opetasi Sikat Jaran Candi merupakan operasi yang dilaksanakan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat dan kasus curanmor yang cukup tinggi di wilayah Kabupaten Demak.

“Operasi dilaksanakan dari tanggal 25 Agustus 2022 sampai dengan 13 September 2022. Sasarannya adalah pelaku curanmor dan barang bukti, termasuk kejahatan dengan sasaran kendaraan roda dua maupun roda empat,” terangnya.

 

Budi menambahkan, modus operandi para tersangka pelaku dalam melakukan aksinya adalah menggunakan kunci T untuk merusak kunci stang dan menyambung kabel kendaraan kemudian membawa kabur.

 

“Ada juga yang memanfaatkan kelengahan pemilik kendaraan yang lalai meninggalkan kunci di stang,” jelasnya.

 

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati terhadap kendaaannya terutama saat tidak dipakai atau diparkir.

 

“Tingkat kejahatan kasus Curanmor cukup tinggi di wilayah Demak. Kepada masyarakat kami imbau agar selalu hati-hati dan waspada terhadap aksi curanmor dan kejahatan lainnya,” pungkasnya.

 

 

Munthohar_Ershi

9/16/22

Polisi Berhasil Amankan 3,5 Kg Narkoba yang Diselundupkan Dalam Kaligrafi di Semarang

 

Semarang - FBIPOST 

Bea Cukai Tanjung Emas bersama Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah berhasil menggagalkan penyelundupan 3,5 kg narkoba jenis Methamphetamine (sabu) dengan modus barang kiriman yang disembunyikan di dalam 4 bingkai pigura kaligrafi.
Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin mengatakan bahwa penggagalan penyelundupan melalui barang kiriman ini merupakan hasil sinergi yang telah dibangun bersama. 

“Kami terus upayakan sinergi bersama antara Bea Cukai Tanjung Emas, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY serta Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah sebagai bukti nyata kinerja positif Bea Cukai dalam menekan masuknya narkoba ke wilayah Indonesia,” jelasnya.

Kepala Kantor Bea Cukai menjelaskan, Bea Cukai melakukan pemeriksaan barang kiriman impor dari pekerja migran Indonesia di Gudang JKS Logistic Semarang. 

Berdasarkan analisa image x-ray oleh tim CNT Bea Cukai Tanjung Emas serta pelacakan oleh Tim K9 Kanwil Bea Cukai Jateng DIY didampingi oleh pihak JKS, dilakukan pemeriksaan atas 2 barang kiriman asal Malaysia dengan tujuan penerima di Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Dari hasil pemeriksaan atas barang kiriman tersebut, kedapatan 2 koli barang kiriman kargo laut barang pindahan yang masing-masing di dalamnya kedapatan 2 pigura kaligrafi.

“Total kedapatan 4 pigura kaligrafi yang di dalam sisi-sisi bingkainya berisi barang berupa serbuk kristal seberat 3,5 kg. Setelah dilakukan pengujian testkit narkoba bersama Petugas unit opsnal Ditresnarkoba Polda Jateng dan uji laboratorium Balai Laboratorium Bea Cukai (BLBC) Tanjung Emas, didapati hasil positif Methamphetamine. Selanjutnya Bea Cukai Tanjung Emas dan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah melakukan kegiatan Controlled Delivery untuk mengungkap kepemilikan barang bukti tersebut.” jelas Kepala Kantor Bea Cukai.

Dari kegiatan tersebut Hasilnya, berhasil dilakukan penangkapan terhadap 3 tersangka di daerah Nganjuk dan Tulungagung, dan semua barang bukti saat ini telah diserahterimakan ke Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah.

“Kami telah menerima barang bukti sebanyak 3,5 kg narkoba jenis Methamphetamine dan mengamankan 3 tersangka inisial HS, UK, dan KK”, jelas Kombes. Pol. Lutfi Martadian, S.I.K., S.H., M.H, Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng.

Penggagalan penyelundupan Methampetamine melalui barang kiriman ini diperkirakan menyelamatkan belasan ribu nyawa anak bangsa dengan asumsi 1 gramnya dikonsumsi oleh 4-5 orang. 

“Penyelundupan narkoba jenis sabu ini harus kita tangani secara serius, Bea Cukai Tanjung Emas terus mengoptimalkan peran sebagai garda terdepan dalam mengawasi masuknya barang-barang berbahaya ke wilayah Indonesia,” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas.

Source: humaspolri 

9/15/22

Polisi Dalami Kemungkinan Korban Lain, Dalam Kasus Pencabulan Guru di Batang

 


Batang – FBINEWS

Ditreskrimum Polda Jateng masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam tindak pidana pencabulan yang dilakukan seorang guru agama di salah satu SMP di Kabupaten Batang berinisial AM (33) dengan korban puluhan siswa.

Pelaku sebelumnya ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batang setelah perbuatannya terbongkar dari cerita sejumlah korban ke orang tuanya masing-masing.

‎Sebelum dilaporkan ke Polisi, para orang tua korban juga sempat mendatangi sekolah dan menggeruduk rumah pelaku.

"Masih terus mendalami tentang kemungkinan adanya korban lain," jelas Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes. Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H.

Menurut Dirreskrimum Polda Jateng, sebelum bekerja di SMP tersebut, pelaku diketahui sempat mengajar di sebuah sekolah dasar (SD).

Dirreskrimum Polda Jateng menuturkan Kepolisian telah menyediakan posko pengaduan jika ada korban yang akan melaporkan.

"Identitas pelapor akan kami rahasiakan," tegas Dirreskrimum Polda Jateng.

Dalam kasus pencabulan itu, setidaknya terdapat 10 korban yang dicabuli hingga disetubuhi pelaku serta 35 korban yang dicabuli tanpa persetubuhan, jelas Dirreskrimum Polda Jateng. 

Dalam aksinya, pelaku menggunakan modus seleksi pemilihan anggota OSIS. Adapun lokasi terjadinya pencabulan, kata dia, di antaranya dilakukan di ruang OSIS maupun ruang kelas, jelas Dirreskrimum Polda Jateng. 

Selain upaya penindakan hukum, kepolisian bersama dengan pemerintah daerah memberikan pendampingan kepada para korban, jelas Dirreskrimum Polda Jateng. 

"Kami juga menggandeng pemerintah daerah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memberikan rasa aman kepada korban dan masyarakat," jelas Dirreskrimum Polda Jateng.

Dalam perkara tersebut, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Source : humaspolri 

9/04/22

Ratusan Botol Miras Tanpa Izin Edar Disita Polisi Dalam Operasi Gabungan


Pekalongan – FBINEWS 

Operasi gabungan yang digelar Polres Pekalongan bersama dengan Satpol PP Kab. Pekalongan berhasil menyita ratusan botol miras.

Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H melalui Kabagops AKP M. Farid Amitullah, S.H., M.H mengatakan bahwa malam ini, Sabtu (03/09) kegiatan KRYD gabungan dengan Satpol PP Kab. Pekalongan menyasar razia miras tanpa izin edar di sejumlah café di wilayah pantura.




AKP Farid yang memimpin giat KRYD menjelaskan, dari sejumlah café di wilayah pantura, petugas berhasil menyita ratusan botol miras dari berbagai merk.


“Dari sejumlah café yang kita datangi, sebanyak 590 botol miras tanpa ijin edar dari berbagai merk berhasil diamankan,” ungkapnya.


Dalam kesempatan itu pula, juga dilaksanakan tes narkoba kepada sejumlah pemandu lagu.


Di tempat terpisah, Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H mengatakan, razia ini untuk meminimalisir gangguan kamtibmas akibat pengaruh miras.


AKBP Arief menegaskan, bahwa kegiatan razia miras tidak hanya dilakukan oleh Polres Pekalongan saja, namun seluruh Polsek jajaran Polres Pekalongan ikut ambil bagian dalam razia miras tersebut.


“Patroli dan razia miras akan terus kami tingkatkan untuk menekan peredaran miras dan demi mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya. (afk)

8/27/22

Aksi Dukun Biadab Dibekuk Polres Pekalongan : Paksa Ibu Setubuhi Anak Kandung Hingga Potong Payudara

 


PEKALONGAN – FBINEWS 


Seorang pria memaksa seorang ibu asal Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, untuk menyetubuhi dua anak kandungnya. Tak hanya itu, pelaku berkedok guru spiritual itu kemudian memeras korban hingga Rp 38 juta dengan mengancam menyebarkan video tak senonoh tersebut di media sosial.

Pelaku bernama Afrizal (29), warga Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pelaku telah ditangkap Satreskrim Polres Pekalongan, Rabu (23/8/2022) lalu.

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria dalam konferensi pers menjelaskan, awalnya korban seorang wanita asal Kecamatan Doro, Pekalongan, bergabung dengan sebuah grup Facebook. Di grup itu, korban mendapatkan pesan dari seseorang yang menyebut aura korban gelap dan mengarahkannya untuk menghubungi pelaku.

“Korban memiliki akun Facebook, yang pada Februari 2022, bergabung ke grup Facebook bernama ‘TERAWANG DAN ARTI MIMPI’. Dari grup tersebut korban mendapat messenger dari pemilik akun FB Bernama Fitira yang mengatakan bahwa aura korban gelap dan menyarankan korban untuk konsultasi dengan orang pintar atau guru spiritual yang bernama Ibu Sri (nama samaran pelaku),” kata Arief dalam rilis pers di Mapolres Pekalongan, Jumat (26/8).

Karena percaya, korban kemudian melanjutkan komunikasi melalui WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, pelaku yang menyamar sebagai Ibu Sri mengaku sebagai orang pintar atau guru spiritual yang bisa mengobati dan membuka aura hitam korban.

Namun, untuk membuka aura itu, ada beberapa ritual yang harus dilakukan oleh korban dan semua ritual itu harus divideokan, kemudian dikirim ke pelaku.

“Pelaku ini mengaku melihat aura korban hitam, anaknya juga hitam, kemudian untuk membuka aura itu korban diminta melakukan ritual. Melakukan hubungan badan pada kedua anaknya yang berusia 13 tahun dan 7 tahun,” ungkap Arief.

Dijelaskan, pelaku mengaku sudah melakukan hal yang sama sebanyak tiga kali, namun hanya kepada korban yang sekarang ada aksi potong puting payudara dan menyayat organ intim.

Dihadapan petugas, pelaku mengaku menghabiskan uang yang didapatkan dari korban dengan berfoya – foya bersama teman – teman wanita di tempat hiburan.

Terkait penangkapan pelaku, Kapolres menjelaskan bahwa Afrizal berhasil ditangkap di terminal bus Pekalongan saat hendak melarikan diri.

“Atas tidakan sadis tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 15 ayat 1 uu RI Nomor 15 tahun 2022 subsider pasal 6 UU RI Nomor 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual/ kemudian pasal 29 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU RI 11 tahun 2008 tentang ITE,”katanya.

Kapolres Pekalongan juga mengimbau masyarakat yang juga menjadi korban tindakan pelaku diharapkan untuk melapor, dan bagi masyarakat lainya untuk tidak begitu saja mempercayai tawaran dari media sosial terkait praktik perdukunan.

#Polres Salatiga

8/22/22

Promosikan Bisnis Judi di Akun Instagramnya, Polda Jateng Tangkap Seorang Selebgram


Pemalang - FBINEWS

Kapolda Jateng Irjen. Pol. Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa jaringan internasional perjudian yang beroperasi di Pemalang menggunakan jasa endorse di media sosial sebagai sarana promosinya. Senin, (22/8/22).

Kapolda menyebut seorang selebgram yang bertugas mempromosikan bisnis haram tersebut ditangkap oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah. “Seorang selebgram perempuan berinisial RM turut diamankan karena mempromosikan bisnis perjudian online di Pemalang melalui akun instagramnya,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai perannya dalam bisnis judi oleh Kapolda, wanita muda tersebut mengaku dirinya dikontak manajernya di Bandung untuk mempromosikan bisnis judi online dengan cara share (membagikan) link website bisnis judi di akun instagramnya. “Saya sudah terima uang muka endorse saya sebanyak 7 juta. Uang itu saya terima dari Riski, manajer saya. Tugas saya hanya share link saja,” ungkap tersangka RM.

Dihadapan Kapolda, dirinya mengaku kapok atas perbuatan yang sudah dilakukannya dan berjanji tidak akan mengulang perbuatan tersebut. “Saya kapok pak, janji tidak akan mengulangi lagi,” tutur RM dengan suara lirih.

Kepada masyarakat luas, Irjen. Pol. Ahmad Luthfi menghimbau agar menjauhi ataupun turut serta dalam segala bentuk perjudian. Ditegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegas dalam rangka memberantas seluruh aktivitas judi di wilayahnya.

“Kita tidak bangga menindak masyarakat, tapi lebih kepada memberikan pembinaan bahwa judi adalah perbuatan yang melanggar hukum serta dilarang dalam agama. Segala bentuk perjudian pasti akan kami tindak,” terang Kapolda.

Atas perbuatannya, RM dijerat dengan pasal 45 ayat (2) jo pasal 27 ayat (2) UU ITE tentang penyebaran akses informasi perjudian di media elektronik, dan pasal 303 ayat (1) KUHP tentang dengan sengaja memberikan kesempatan perjudian / turut serta dalam perusahaan perjudian dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp. 1 milyar.

Source : humaspolri 

Polda Jateng Tangkap Ratusan Pelaku Judi dalam 1 hari , Kapolda Jateng : Libatkan juga Tokoh Masyarakat dalam pembinaan


Semarang – FBINEWS

Komitmen Polda Jawa Tengah untuk memberantas perjudian di wilayahnya dibuktikan dengan menangkap ratusan pelaku judi. Hal tersebut diungkapkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memimpin ungkap kasus perjudian yang digelar di Loby Mapolda Jateng pada Senin, 22/8.

Dalam ungkap kasus yang turut dihadiri seluruh Kapolres di jajaran Polda Jateng, Kapolda menyebut selama kurun waktu Januari s/d Juli 2022 jajaran Polda Jateng telah berhasil mengungkap 224 kasus judi dan mengamankan 381 tersangka.


“Hari ini yang digelar adalah hasil ungkap kasus oleh Polda Jateng dan jajaran, dalam sehari kami telah ungkap 112 Kasus perjudian dengan 256 tersangka. Jumlah ini hasil penindakan di 35 Polres di wilayah Jateng,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat jumpa pers, Senin (22/8).


Dari ratusan tersangka yang berhasil ditangkap terdapat 24 yang berperan sebagai Bandar. Adapun total uang hasil perjudian yang turut diamankan mencapai sekitar Rp 72 Juta.


“Itu Wujud komitmen Polda Jateng dalam berantas judi tidak hanya pemain saja tetapi Bandar juga tangkap,” tegas Kapolda


Secara rinci Kapolda menjelaskan bentuk perjudian yang diungkap yakni Judi Online 18 kasus, Togel 43 kasus, dan Gelanggang permainan 51 kasus. Diungkapkan pula 2 kasus judi online yang diungkap dari Purbalingga dan Pemalang merupakan jaringan judi internasional.


“Dari kasus ini ada yang jaringan internasional yakni Purbalingga dan Pemalang, keduanya mempunyai server di Thailand dan Kamboja. Di pemalang bahkan menggunakan jasa endorse Selebgram sebagai sarana promosinya,” terang dia


Berdasarkan analisis yang dilakukan Polda Jateng, maraknya kasus perjudian akhir-akhir ini dikarenakan adanya oknum masyarakat yang mencari solusi instan dari kesulitan ekonomi yang dialaminya selama masa pandemi.


“Berlatar karena kesulitan ekonomi selama masa pandemi dan tergiur iming-iming hasil lebih sebagai bandar judi, akhirnya mencari jalan pintas dengan berjudi, untung-untungan dan berharap kaya mendadak,” ungkapnya.


Oleh karena itu, Kapolda menyebutkan bahwa penindakan kasus judi tersebut merupakan bentuk pembinaan kepada masyarakat agar menjauhi segala bentuk kegiatan perjudian.


“Kita tidak bangga menindak masyarakat, tapi lebih kepada memberikan pembinaan bahwa judi adalah perbuatan yang melanggar hukum serta dilarang dalam agama. Segala bentuk perjudian pasti akan kami tindak,” tuturnya.


Guna memberantas seluruh aktivitas perjudian di masyarakat, Polda Jateng telah melakukan beberapa upaya diantaranya menggunakan cara preventif dan preemtif yang melibatkan pihak internal dan eksternal.


“Kami melibatkan internal oleh seluruh satker dan jajaran serta dari pihak eksternal baik tokoh masyarakat, agama dan sebagainya untuk memberikan berbagai himbauan kepada masyarakat agar menjauhi segala bentuk aktifitas perjudian,” ujar Kapolda.


Adapun cara represif disebutkan Kapolda merupakan langkah terakhir yang ditempuh untuk memberikan efek jera pada masyarakat. Dirinya juga menegaskan bahwa Polda Jateng dan Jajarannya tidak akan mentolerir segala bentuk perjudian serta wujud polri hadir dalam menjaga Harkamtibmas


Atas perbuatannya, para tersangka diancam dengan jeratan pasal 303 KUHP, pasal 303 bis. KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp. 25 juta. Sedangkan bagi Bandar Judi Online akan dikenakan tambahan berupa pasal 27 ayat (2) UU ITE dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara serta denda maksimal Rp. 25 milyar.

( Humas Polres Salatiga Polda Jateng )

8/20/22

Kapolda Jateng Bongkar Modus Judi Online Kamboja di Purbalingga

Purbalingga - FBINEWS 


Ditreskrimum Polda Jateng menggerebek markas judi online jaringan Kamboja di Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, enam orang ditetapkan sebagai tersangka.

Begini modus operandi mereka selama ini, "Modus operandinya mereka menjual slot-slot di wilayah kita, yang sasarannya rumah ini, yang nanti akan kita dalami, akan kita ungkap sampai ke pelaku-pelaku yang lain," ujar Kapolda Jateng, Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., Sabtu (20/8/22).

Menurut beliau, pengungkapan kasus judi online di Kabupaten Purbalingga merupakan yang terbesar. Bahkan salah satu tersangka pernah belajar langsung di Kamboja.

"Untuk saat ini di Jawa Tengah, ini yang terbesar yang kami ungkap, jadi ada satu tersangka yang pernah sekolah di Kamboja. Di sana dia belajar server, pulang ke sini dia bikin slot untuk dihubungkan ke server di Kamboja," ungkap Jenderal Bintang Dua itu.

Dengan adanya subserver di Purbalingga dari Kamboja itu diprediksi akan memperbanyak praktik judi online di Jawa Tengah. Sebab, yang dijual merupakan slot yang dapat menjadi bibit agen judi online.

"Modus operandinya menjual slot yang diperkirakan di wilayah kita akan banyak muncul itu (agen judi online). Oleh karena itu sudah saya perintahkan jajaran kita di bawah kendali Dirkrimum untuk kita bongkar keseluruhannya," tutur Kapolda Jateng.

Dari informasi para tersangka, beliau menerangkan, praktik judi online di Purbalingga ini berjalan seminggu. Dia juga menyebutkan harga untuk pembelian satu slot bagi bandar yang akan membeli.

"Baru mau jual dua (slot). Satu slot seharga 250 juta, sasarannya calon-calon bandar judi online," terang Mantan Kapolresta Surakarta itu.

Sebelumnya diberitakan, Ditreskrimum Polda Jateng menggerebek markas judi online di Kecamatan Bojongsari, Purbalingga.

"Tadi malam pada pukul 21.00 WIB telah melaksanakan upaya penegakan hukum, di mana terjadi sebuah tindak pidana yang termasuk dalam pasal 303 KUHP perjudian dengan menggunakan fasilitas atau sarana online," jelas Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Djuhandani Rahardjo Puro, Sabtu (20/8/22).

Menurut beliau markas judi online yang digerebek merupakan jaringan luar negeri. Pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan untuk pengembangan kasus selanjutnya.

"Servernya ada di luar negeri, sesuai keterangan pelaku yang sudah kami periksa server berada di Kamboja. Tentu saja akan kami buktikan sejauh mana dan akan terus kami kembangkan sejauh mana perkembangan perkara ini," ujar Dirreskrimum Polda Jateng.

Patroli Sat Samapta Polres Brebes Bubarkan Arena Judi Sabung Ayam


Brebes – FBINEWS 

Sat Samapta Polres Brebes Polda Jateng melakukan Pembubaran Judi sabung ayam di di Desa Songgom lor Kec. Songgom Kab. Brebes, Jumat (19/8/2022) sore.

Kegiatan patroli Sat Samapta Polres Brebes yang dipimpin Bripka Budi Laksono Bersama anggota setelah adanya laporan dari masyarakat adanya kegiatan Arena judi Sabung Ayam di wilayah tersebut.

“Setelah dilakukan pengecekan di lokasi yang dimaksud dan berhasil membubarkan judi adu ayam dan berhasil mengamankan 5 (lima) ekor ayam bersama 1 Ring tempat sabung ayam,” ujar Bripka Budi Laksono.

Petugas yang berada dilokasi langsung membersihkan arena judi sabung ayam agar tidak di gunakan Kembali.

Sementara itu Kasat Samapta AKP Suraedi menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan Ketua Rt dan Tokoh Masyarakat setempat untuk bersama sama menjaga lingkungan yang bersih tanpa adanya Sabung ayam maupun perjudian dalam bentuk apapun. “Selain itu barang yang diamankan serahkan piket Rekrim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Suraedi.

Suraedi menambahkan kegiatan Patroli dilaksanakan guna untuk mengantisipasi tindakan kriminal dan gangguan Kamtibmas lainnya serta berkesempatan memberikan himbauan kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan. “Apabila masyarakat mengetahui informasi perihal kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas segera laporkan ke Polsek terdekat,”pungkasnya,

Source : humaspolri 

8/19/22

Luar Biasa! Dalam 1 Hari 28 Penjudi Ditangkap Jajaran Polda Jateng


Semarang – FBINEWS 


Instruksi Kapolda jateng untuk babat habis perjudian di Jawa Tengah ditindaklanjuti jajaran dengan menangkap puluhan pelaku. Tak hanya judi online, jajaran polda Jateng juga menangkap pelaku judi togel, ceki, remi hingga dadu.


Terkait penindakan judi ini, Kapolda Jateng melalui Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan dirinya memantau sejumlah satuan wilayah sudah melaporkan hasilnya ke Kapolda Jateng. Tercatat per tanggal 19 Agustus 2022, 11 praktik perjudian diungkap 9 Polres jajaran berikut 28 pelaku turut diamankan.


“Berdasarkan pantauan dan laporan per tanggal 19 Agustus 2022, polres yang sudah melaporkan antara lain Rembang 1 kasus, Pemalang 1 kasus, Banjarnegara 2 kasus, Pati 2 kasus, Magelang 1 kasus, Jepara 1 kasus, Demak 1 kasus, Pekalongan 1 kasus dan Klaten 1 kasus. Adapun polres-polres lain masih melakukan lidik dan diharapkan segera melaporkan hasil penindakannya ke Kapolda,” kata Kabidhumas (19/8)


Adapun jenis perjudian yang berhasil ditangkap jajaran Polda Jateng, lanjutnya, sangat beragam. Dari 11 kasus yang diungkap terdapat 1 kasus judi online, 3 kasus judi dadu, 3 kasus judi kartu serta 4 kasus judi togel.


“Jadi cukup beragam dan ini memang menunjukkan bahwa Polda Jateng tidak pandang bulu. Segala bentuk perjudian akan diberantas,” terangnya.


Sedangkan dari 28 pelaku perjudian yang ditangkap oleh jajaran Polres, Kombes Iqbal mengatakan terbanyak ditangkap oleh polres Banjarnegara dengan 10 pelaku dari 2 kasus.


“Untuk Polres-Polres lain jumlah pelaku yang ditangkap bervariasi dari 1 hingga 5 orang,” tambahnya.


Kombes Iqbal juga meminta masyarakat turut berpartisipasi aktif dengan melaporkan kasus judi kepada Polri. Identitas pelapor akan dilindungi Polri dan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti.


Sedangkan bagi sebagian anggota masyarakat yang masih hobi berjudi, dia menghimbau agar mereka untuk menghentikan kebiasaannya itu.


“Lebih baik segera berhenti, daripada nanti masuk bui,” tegasnya.

#Polres Salatiga

8/18/22

Satresnarkoba Polres Blora Amankan 2 Orang Diduga Pelaku Tindak Pidana Narkotika


Blora - FBINEWS

Petugas Satuan Reserse Narkoba, (Satresnarkoba) Polres Blora Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan dua orang pria yang diduga terlibat tindak pidana narkotika. Ironisnya, kedua tersangka tersebut diamankan pada saat momen Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2022.


Kedua tersangka tersebut adalah WS, (21) seorang warga kecamatan Kayen kabupaten Pati dan DTAN, (22) warga kecamatan Jati Kabupaten Blora.


Keduanya ditangkap pada dua kasus yang berbeda. Yang pertama, WS, warga kecamatan Kayen Kabupaten Pati diamankan petugas lantaran diduga mengedarkan narkotika jenis sabu sabu. WS ditangkap saat berada di Jalan Raya Todanan Pati turut tanah desa Candi Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. WS diamankan petugas berikut barang bukti berupa


– 1 (satu) paket Narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik klip warna bening ukuran kecil lalu dimasukkan kedalam plastik klip warna bening ukuran sedang digulung menggunakan isolasi warna coklat, lalu dimasukkan kedalam masker warna hitam kemudian dimasukkan dalam bungkus rokok sukun warna putih dengan berat  ± 1 gram.

–  1 (satu) buah kartu ATM
– 1 (satu) buah handphone
– 1 (satu) buah Jaket warna hijau muda.
– Uang sebesar Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) dan
– 1 (satu) unit sepeda motor.

Kapolres Blora AKBP Fahrurozi,SIK,MM,MH melalui Kasatnarkoba Iptu Edi Santosa,SH mengungkapkan bahwa WS dijerat Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. dengan ancaman pidana minimal 4 tahun penjara.

Sementara itu, pada kasus kedua yaitu DTAN, warga kecamatan Jati Kabupaten Blora ini diamankan petugas lantaran diduga menjadi pengedar pil hexymer trihexyphenidyl bahkan petugas juga mengamankan 1050 (seribu lima puluh) butir atau tablet merk HEXYMER Trihexyphenidyl tablet 2 mg.


Pil Hexymer termasuk dalam psikotropika golongan IV yang peredarannya memerlukan resep dokter dan ditandai dengan lambang merah. Obat yang mengandung bahan kimia trihexyphenidyl hydrochloride itu merupakan obat depresi.


Kalau dikonsumsi tidak sesuai dengan dosis, obat itu bisa menimbulkan efek seperti penggunaan narkotika. Hexymer itu biasanya buat efek antidepresi termasuk untuk menghilangkan nyeri otot.


DTAN diamankan petugas saat berada di wilayah desa Doplang Kecamatan Jati Kabupaten Blora.


Kasatresnarkoba Iptu Edi membeberkan bahwa DTAN dijerat Primer Pasal 197Jo pasal 106 ayat (1) Subsider Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2), UU RI No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman hukuman pidana Paling lama 15 tahun penjara.


Kasatresnarkoba menyayangkan kejadian penangkapan pelaku tindak pidana narkoba tersebut, ia tak habis pikir pada momen Hari Kemerdekaan keduanya malah bermain dengan narkoba dan obat terlarang.


“Momen hari Kemerdekaan seharusnya kita isi dengan kegiatan positif dalam rangka menyambut hari Merdeka. Bukan malah bermain main dengan narkoba. Kami berpesan kepada seluruh masyarakat kabupaten Blora. Jangan bermain main dengan narkoba dan obat obat terlarang, karena selain membahayakan kesehatan, jika tertangkap petugas akan mendapat hukuman yang setimpal,” beber Kasatresnarkoba.


Source : HUMASPOLRI

8/11/22

Curi Puluhan Vapor di Etalase Toko, Pemuda Asal Desa Jabon Berhasil Ditangkap Polsek Kalidawir


TULUNGAGUNG — FBINEWS 

Unit Reskrim Polsek Kalidawir yang di back up Timsus Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung berhasil mengungkap kasus pencurian vapor yang terjadi di Toko Vaporta di wilayah Desa Tunggangri, Kecamatan Kalidawir dan mengamankan seorang pelakunya yakni pemuda berinisial MDB (19) yang beralamat di Dusun/Desa Jabon, Kecamatan Kalidawir KAbupaten Tulungagung.

Kapolsek Kalidawir AKP Hariyono melalui Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Anshori, SH mengatakan, pengungkapan kasus berawal pada Selasa (02/08/2022) sekira pukul 08.30 WIB, terkait adanya laporan dari seorang pemilik toko Vapor yang melaporkan berbagai vapor dagangannya yang disimpan di etalase dalam tokonya telah hilang dicuri. Yang kemudian petugas Unit Reskrim dengan di backup Timsus Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung menindaklanjutinya dengan melakukan olah TKP dan penyelidikan.

Setelah petugas mendapat informasi jika ada seseorang yang menawarkan berbagai macam vapor di medsos FB dan selanjutnya petugas bersama saksi menyamar sebagai pembelinya.

“Akhirnya, sekira pukul 20.30 WIB petugas dan saksi yang berpura pura menjadi pembeli vapor berhasil mengajak COD dengan pelaku di sebuah warung bakso di wilayah Joho, Kalidawir, kemudian pelaku dibawa ke Mapolsek Kalidawir guna pemeriksaan lebih lanjut,” terang Iptu Anshori, Rabu (10/08/2022).

Iptu Anshori melanjutkan, dari penangkapan pelaku ini , petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 (satu) buah obeng warna hitam, 43 buah vapor / rokok elektrik dari berbagai merk, uang tunai Rp 230.000,– , nota pembelian vapor, dan 1 (satu) unit sepeda motor Honda Vario warna hitam Nopol AG 6125 RCI.

Setelah dilakukan penyidikan, hingga kini pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka masih menjalani penahanan di Rutan Mapolsek Kalidawir guna proses lebih lanjut.

“Akibat perbuatan pelaku, pemilik toko (korban) mengalami kerugian sebesar Rp 9.210.000,– (Sembilan Juta Dua Ratus Sepuluh Ribu Rupiah),” pungkasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 5 e KUH Pidana. (ANS71-restu)

Source : humaspolri 

8/04/22

Polda Jateng Tetapkan Sembilan Tersangka Terkait Kasus Mafia Tanah

Semarang – FBINEWS 


Satgas Mafia Tanah telah menetapkan sembilan tersangka terkait kejahatan tersebut. Saat ini, Satgas Mafia Tanah telah memiliki lima target dalam penanganan kasus tersebut.

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol. Djuhandani Rahardjo Puro menjelaskan, Satgas Mafia Tanah ini merupakan kebijakan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi. Dibentuknya di Jateng untuk mem-back up Satgas Mafia Tanah Pusat.

“Sementara Satgas Mafia Tanah Pusat turun ke bawah dilaksanakan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum. Saat ini, kita sudah menetapkan sembilan tersangka, dan masih proses penyidikan lebih lanjut,” terang Kombes Pol. Djuhandani Rahardjo Puro di Semarang, Rabu (03/08/22).

Direskrimum Polda Jateng mengatakan Satgas Mafia Tanah ini melibatkan unsur Badan Pertanahan Nasional (BPN), kejaksaan, dan semua yang terkontrol oleh Satgas Mafia Tanah Pusat. Untuk di Jateng, kegiatan Satgas Mafia Tanah sudah sesuai target.

“Untuk saat ini ada lima target Satgas Mafia Tanah yang sudah berjalan. Sudah menetapkan tersangka, tinggal proses penyidikan yang masih berjalan,” tutur Perwira Menengah Polda Jateng.

Petugas Kepolisian sampai saat ini belum bersedia memberikan secara detail kelima kasus mafia tanah tersebut. Djuhandani hanya menyebutkan dari wilayah Semarang dan sekitarnya.



“Modusnya, tentu saja kalau mafia tanah yang kita ambil keterkaitan dengan surat-surat, seperti memalsukan atau menempatkan keterangan palsu pada akta otentik. Ini yang kita kupas. Dan ini tentu saja berkaitan semua. Yang namanya mafia, tentu saja saling menutupi kejahatannya,” tutup Kombes Pol. Djuhandani Rahardjo Puro

Source  : humaspolri 

7/30/22

Misteri Terungkap, Pelaku Yang Hamili Korban Siswi SMP di Jenar Sragen, Ternyata Bapak Tirinya Sendiri


SRAGEN – FBINEWS 


Polres Sragen mengungkap misteri kasus siswi SMP di kecamatan Jenar Sragen, berinisial DADJ (13) yang hamil dan melahirkan bayi pada bulan Juni lalu.


Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama menyatakan bahwa perkara ini sempat menjadi polemik karena korban tidak mau mengaku siapa pelaku, dan baru terkuak setelah melalui proses panjang test DNA bayi, dan ternyata adalah ayah tiri korban berinisial J (34) warga Kecamatan Jenar.


Ironisnya, perkara ini justru dilaporkan ayah tiri korban berinisial J (34) dan ibu korban setahun yang lalu.


Peristiwa itu berawal pada Agustus 2021 lalu, dirumah korban. Pelaku yang tinggal serumah dengan korban tega mencabuli anak tirinya sendiri.


Korban sendiri tidak bisa berbuat banyak karena dalam tekanan. Dan saking seringnya pelaku melakukan perbuatan bejadnya terhadap korban, hingga akhirnya korban hamil hingga melahirkan bayi.


Tersangka sengaja menutupi perbuatannya hingga menghamili anak tirinya yang masih berusia 13 tahun, meski sudah melakukan pada korban lebih dari 17 kali.


Tak hanya itu, pelaku J justru menuduh paman korban yang menghamili anak tirinya dan melaporkan ke Polres Sragen.


“Pelaku justru menuduh T, paman korban yang melakukan tindakan bejat itu. Bahkan, pelaku menemani ibu kandung korban melaporkan T ke Polres Sragen, dengan tuduhan menghamili anak di bawah umur tersebut, “ ungkap Kapolres saat menggelar konferensi persnya siang ini, Jumat (29/07/2022).


Kapolres Sragen mengungkapkan, kelakuan busuk pelaku akhirnya terungkap setelah bayi tersebut lahir dan dilakukan tes DNA.


Lanjut Kapolres, “ Kelakuan busuk pelaku akhirnya terungkap setelah bayi tersebut lahir dan dilakukan tes DNA. Dari test DNA ini akhirnya Polisi berhasil mengungkap bahwa yang melakukan persetubuhan pada korban adalah bapak tirinya sendiri,”


Sementara itu, saat ditanya Kapolres, tersangka J mengaku, saat menyetubuhi anak tirinya kira kira pukul 13.00 WIB, ibu korban juga berada di rumah. Namun, ibu korban saat kejadian sedang tidur pulas, teler karena sedang hamil.


Kapolres memastikan tersangka J bakal di kenakan sanksi pidana sebagaimana menyalahi UU RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukumannya 15 tahun penjara.


(Humas Polres Sragen)

7/28/22

Polres Purbalingga Ungkap Kasus Korupsi di Kantor Pos Cabang Pembantu Rembang


Purbalingga – FBINEWS 


Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) dana pembayaran gaji ke 13 pensiunan, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta hasil penjualan benda pos dan materai, pada Kantor Pos Cabang Pembantu Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.


Tersangka berisial ES (30) warga Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang, berhasil diamankan Unit Tipikor Satreskrim Polres Purbalingga di Denpasar Bali. Tersangka sebelumnya merupakan Kepala Kantor Pos Cabang Pembantu Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.


Kapolres Purbalingga AKBP Era Johny Kurniawan dalam konferensi pers, Rabu (27/7/2022) mengatakan Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di Kantor Pos Cabang Pembantu Rembang, Kabupaten Purbalingga.


“Modus yang dilakukan yaitu pelaku telah menggunakan dana sebesar Rp. 394.409.977,- ditambah dana hasil penjualan benda pos dan materai sebesar Rp. 2.075.100,-, jelas Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Pujiono, Kasat Reskrim AKP Gurbacov dan Kasi Humas Iptu Edi Rasio.


Dijelaskan bahwa dana yang digunakan tersangka merupakan dana yang akan disalurkan untuk pembayaran pensiun ke-13 Taspen sebesar Rp. 150 juta, pembayaran pensiun ke-13 BTPN sebesar Rp. 50 juta, penyaluran BPNT sebesar Rp. 100 juta, penyaluran dana wesel nasional dan internasional serta jasa pelayanan keuangan lainnya.


Dari tersangka diamankan barang bukti diantaranya kumpulan berkas/ dokumen terkait status kepegawaian tersangka, kumpulan berkas/dokumen SOP pengelolaan dana kas operasional dan panjat benda pos, 1 sepeda motor Yamaha Xeon, empat buah buku tabungan, uang tunai sebesar Rp. 52 juta dan sisa uang tunai sebesar Rp. 2,7 juta.


Lebih lanjut disampaikan bahwa tersangka sebelumnya sudah dilakukan pemanggilan sebanyak dua kali namun tidak hadir. Kemudian kami melakukan penyelidikan, hingga mengetahui keberadaan tersangka. Selanjutnya tersangka dilakukan penangkapan di Denpasar Bali.


“Setelah dilakukan penyelidikan, keberadaan tersangka dapat diketahui. Kemudian kami melakukan penangkapan di salah satu tempat kos di wilayah Denpasar Bali,” ungkap kapolres.


Dari keterangan tersangka ia mengaku nekat menggunakan dana karena membutuhkan uang. Dia juga mengaku pernah kalah dalam permainan judi online sehingga membutuhkan uang untuk mengembalikannya.


Uang ratusan juta sudah digunakan tersangka diantaranya untuk deposit trading krypto, membayar hutang dan digunakan untuk keperluan sehari-hari. Termasuk untuk biaya perjalanan kabur ke Denpasar Bali selama hampir tiga bulan.


Kapolres menambahkan kepada tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1) subsidair pasal 3 subsidair pasal 8 Jo pasal 18 Undang-undang RI No 32 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


(Humas Polres Purbalingga)

7/27/22

Kapolda Jateng Pimpin Gelar Ungkap Kasus Mutilasi di Ungaran



Ungaran - Fbinews


Polda Jateng akhirnya mengungkap kasus penemuan potongan tubuh manusia di Sungai Wonoboyo, Kabupaten Semarang. Pelakunya yakni pacar korban. 


Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan korban mutilasi yakni Kholidatulnnimah (24) warga asal Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. 


Sementara, pelakunya yakni pacarnya yang berinisial IS (32) yang juga warga asal Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. 


"pelaku ini tergolong sangat sadis. Pelaku memutilasi tubuh korban menjadi 11 bagian dengan menggunakan pisau," kata Irjen Luthfi, saat jumpa pers, di Markas Polres Semarang, Selasa (26/7) 




Sebelum memutilasi, kata dia, pelaku mencekik leher korban hingga akhirnya korban tewas pada 16 Juli 2022. Kemudian Proses mutilasi berlangsung di sebuah kamar mandi indekos di Jalan Soekarno Hatta, Kabupaten Semarang pada 17 Juli 2022 dinihari. 


"Sebelum dicekik, korban dan pelaku terlibat percekcokan. Pelaku memutilasi korban menjadi 11 bagian tubuh. Potongan tubuh dimasukkan ke 7 kantong plastik," ujarnya


7 kantong plastik itu kemudian dibuang ke berbagai wilayah berbeda. Ada yang dibuang ke sungai dan ada yang dibuang ke kloset kamar mandi indekos. 


"Jeroan dibuang ke kloset," terang dia


Ia melanjutkan, korban dan pelaku terdapat hubungan spesial. Hubungan itu berawal dari hubungan tetangga di Tegal. 


"Mereka ini tetanggaan. Lalu 2015 mereka ada hubungan pacaran. Korban dihamili hingga punya anak satu," ungkapnya


Karena orang tua korban tak terima, melaporkan aksi bejat ini ke Polres Tegal. Pelaku dihukum 10 tahun penjara. Namun karena remisi, korban hanya menjalani 6 tahun penjara


"Setelah bebas, mereka pacaran lagi dan tinggal di Kabupaten Semarang. Saat hari kejadian, pelaku tersinggung dengan perkataan korban karena tak bekerja. Akhirnya pelaku memutilasi korban," tandas dia


Turut Mendampingi Kapolda Jateng dalam kegiatan ini, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudussy, Kapolres Semarang AKBP Yovan, Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Raharjo Puro, Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Summy Hastry


Source: Humasjateng

7/25/22

Dihadiri KASAD, Kapolda Jateng Paparkan Kronologi Penembakan Istri Anggota TNI di Semarang


SEMARANG – FBINEWS 


Terungkapnya kasus penembakan istri anggota TNI akhirnya digelar dalam sebuah konferensi pers oleh Polda Jateng bertempat di lobi Mapolda setempat, Senin (25/7).


Konferensi pers dibuka KASAD Jenderal TNI Dudung Abdurrahman, dilanjutkan pemaparan ungkap kasus oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dan Puspom AD Letjen TNI Candra W Sukotjo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono serta belasan pejabat utama Polda dan Pangdam IV / Diponegoro.


Kapolda pada pemaparan ungkap kasus mengatakan insiden penembakan terjadi pada 18 Juli 2022 di Jalan Cemara, Banyumanik, Semarang.


Kapolda juga mengungkapkan pelaku penembakan ada empat orang. Selain itu ada satu tersangka lain yang berperan sebagai pemasok senjata api beserta amunisi.


Sedangkan dalang kasus penembakan ini, kata Kapolda, diduga kuat adalah Kopda M, suami korban RW. Adapun motif penembakan adalah karena permasalahan asmara yaitu adanya Wanita Idaman Lain (WIL).


“Tersangka utama (Kopda M) ini masih dalam pengejaran petugas gabungan,” kata Irjen Luthfi, saat jumpa pers.


Secara terperinci dijelaskan, Kopda M berperan memerintah empat tersangka untuk menembak istrinya RW (34). Keempat tersangka itu yakni S alias Babi (34) yang berperan sebagai penembak, PAN (26) sebagai pengemudi Kawasaki ninja, SP (45) sebagai joki motor Honda beat dan pengawas situasi, dan AS sebagai pengawas situasi


Keempat tersangka ini kemudian berkoordinasi dengan tersangka lain inisial DS untuk menyediakan senjata api beserta amunisinya


“Kelima pelaku ini ditangkap di tiga daerah berbeda. Ada yang ditangkap di Demak, Klaten dan Sragen,” jelasnya


Dari aksi kejahatan ini, kata dia, Kopda M memberikan upah uang Rp 120 Juta kepada tersangka S. Setelah itu pelaku S bertemu dengan empat pelaku lainnya di Demak untuk membagi uang upah hasil kejahatan.


“Para pelaku terancam pasal 340 KUH Pidana juncto pasal 53 KUHPidana tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama lamanya 20 tahun,” tandas dia.


Sementara KASAD Jenderal TNI Dudung mengapresiasi hasil kinerja tim Polda Jateng dan Pangdam Diponegoro yang berhasil mengungkap kasus secara cepat yaitu dalam waktu lima hari.


Dirinya juga mengungkap pihak TNI AD siap menindak tegas pelanggar dan tengah memburu Kopda M.


“Sudah saya perintahkan Pangdam untuk berkoordinasi dengan Kapolda. Untuk setiap anggota yang melakukan pelanggaran, akan ditindak dengan setegas-tegasnya,” ungkapnya.


Source : humaspolri 

7/24/22

Polri Amankan 4 Pelaku Penembakan Istri TNI di Semarang



Semarang-Fbinews


Polrestabes Semarang telah mengamankan empat pelaku penembakan terhadap RW, istri anggota TNI di Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (18/7) lalu. Dalam penangakapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa senjata api dan amunisi. Penangkapan berawal ketika pihak kepolisian mendapatkan laporan terkait penemuan kendaraan yang diduga dipakai pelaku penembakan. Namun, kendaraan tersebut sudah mengalami perubahan warna. 




“Empat pelaku lapangan, dua kendaraan sarana kejahatan, satu senjata api dan empat amunisi. Satu pelaku penyedia senjata api. Diamankan pula satu kendaraan yang dibeli dari hasil pembayaran sebagai eksekutor,” jelas Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar, S.I.K., S.H., M.Hum., di Semarang, Sabtu (23/7) dini hari.


Source:humaspolri 

7/19/22

Polri-TNI Bentuk Tim Usut Penembakan Istri TNI di Semarang



Semarang-Fbinews


Polri bersama TNI membentuk tim penanganan gabungan untuk penyelidikan kasus penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap RW, warga Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/7). 


Tim gabungan itu terdiri dari Resmob Polrestabes Semarang, Kodim Semarang, Detasemen Polisi Militer Semarang dan Detasemen Intel Kodam IV Diponegoro. 


Diketahui RW merupakan istri anggota TNI satuan Arhanud Semarang, Kopral Muslimin. Dari rekaman CCTV pada Senin (18/7) siang, terlihat empat orang mengendarai dua sepeda motor. 


“Kami sepanjang hari kemarin olah TKP, kemudian mencari kamera-kamera CCTV sekitar TKP. Kami dapat beberapa terus kami rangkai dan dapatlah adegan pelaku datang sampai menembak. Terus kita cari kembangkan ke kamera-kamera lainnya, pelaku bergerak kemana. 


Termasuk ini kita bagikan ke rekan media massa dan media sosial agar masyarakat tahu ciri-ciri pelaku,” jelas Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar, S.I.K., S.H., M.Hum., Selasa (19/7).


Source: humaspolri 

7/17/22

Satresnarkoba Polres Tulungagung Berhasil Menangkap Dua Pengedar Puluhan Ribu Pil Double L dan 12 Poket Sabu


TULUNGAGUNG – FBINEWS


Seorang pria berinisial KTH alias Petok dan perempuan IMS alias Sofi tidak berkutik saat ditangkap oleh anggota Unit Opsnal Satresnarkoba Polres Tulungagung.


Petok Pria berusia 29th asal Boyolangu Kabupaten Tulungagung dan Sofi Perempuan asal Ngancar Kabupaten Kediri tersebut, ditangkap pada hari Kamis, 14 Juli 2022 sekira pukul 13.30. Wib, karena terbukti secara sah menjadi pengedar Pil Double L dan Sabu.


Kapolres Tulungagung AKBP Eko Hartanto, SIK, MH melalui Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Anshori, SH menerangkan, pengedar Pil Double L dan sabu yang berhasil ditangkap dirumahnya tersebut berinisial KTH alias Petok dan IMS alias Sofi.


“Saat dilakukan penggeledahan didalam rumahnya, petugas mendapati puluhan ribu butir Pil Double L dan 12 poket sabu. Sehingga pelaku langsung dibawa ke Polres Tulungagung untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” jelas Kasi Humas, Minggu (17/07/2022).


Selain 60.000 (enam puluh ribu) butir pil double L dan 12 (dua belas) poket shabu dengan berat bruto 15,25 gram, petugas juga membawa barang bukti lain berupa, 1 (satu) alat bong, 1 (satu) buah timbangan digital, 1 (satu) buah skrop plastic, 1 (satu) buah korek gas, 6 (enam) bungkus bekas permen kiss, 4 (empat) bungkus bekas permen kopiko, 1 (satu) buah kotak warna coklat, 2 (dua) pak plastik klip, 1 (satu) buah buku catatan, 1 (satu) buah ATM BCA, 1 (satu) buah ATM BRI, 1 (satu) buah tas koper warna ungu, 1 (satu) HP merk Samsung warna biru dan 1 (satu) Hp merk Vivo warna biru ke Mapolres Tulungagung.


“Selain melakukan penangkapan terhadap ke 2 pengedar Petok dan Sofi, Satresnarkoba Polres Tulungagung akan melakukan pengembangan dari penangkapan tersangka tersebut”, ujarnya.


Sedangkan pasal yang disangkakan terhadap pelaku yakni, Pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 197 sub pasal 196 Jo pasal 98 ayat (2) UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo pasal 60 ke 10 UU RI No.11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. (ANS71-restu)


Source: humaspolri 

FBINEWS KALBAR